Dunia

Tokoh-tokoh Partai Republik Kecam Pernyataan Gedung Putih soal Trudeau

Tokoh-tokoh partai Republik memberikan reaksi keras atas ucapan presiden Donald Trump dan para pejabat tinggi Gedung Putih yang mendamprat sekutu-sekutu Amerika paling dekat, khususnya perdana menteri Kanada Justin Trudeau, dalam perundingan puncak kelompok G-7 to Quebec minggu lalu.

Senator Jeff Flake yang sering mengecam Trump, mengatakan dalam pesan Twitternya: “Rekan-rekan Republikan, ini tidak menunjukkan siapa kita sebenarnya. Ucapan-ucapan seperti ini mestinya tidak datang dari partai kita.”

Retorika keras bermunculan hari Minggu setelah Trudeau mengulangi tentangannya atas tarip impor yang dikenakan Amerika atas baja dan aluminium Kanada, dan bertekad akan melancarkan tindakan balasan atas barang-barang buatan Amerika.

Trudeau menyebut tarip impor Amerika itu “tidak sah dan tidak bisa diterima, dan menambahkan bahwa rakyat Kanada tidak bisa dilecehkan.”

Beberapa jam kemudian, presiden Trump mentweet dari pesawat kepresidenan Air Force One bahwa Trudeau adalah “orang yang tidak jujur dan lemah”, dan Trump tidak mau mendukung pernyataan bersama yang dikeluarkan seusai konperensi G-7 itu.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menuduh Trudeau melakukan “pengkhianatan” dan “menikam kita dari belakang.”

Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro, berbicara lewat stasiun televisi Fox News lebih keras lagi. Dia mengatakan “ada tempat khusus di neraka” untuk Trudeau.

Senator Partai republik lainnya Richard Shelby mengecilkan keseriusan adu mulut itu.

“Saya yakin semuanya akan bisa diatur nanti. Saya yakin semuanya akan baik kembali, karena kita saling membutuhkan. Eropa perlu kita, dan kita perlu Eropa. Kanada perlu kita dan kita perlu Kanada,” tambahnya.

Tapi senator Tim Udall dari partai Demokrat mengatakan “saya sangat marah karena presiden menggunakan cara ini dan menimbulkan ketegangan hebat dalam kelompok G-7 dengan melemparkan hinaan kepada sekutu-sekutu kita yang paling dekat. Saya kira ini tidak akan membaik di masa depan.” [ii/ps]

Source


Show More

Related Articles

Close