Indonesia

Pemilik Bakar Toko Sendiri Demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO – Kebakaran toko Warna-Warni di Jl KH A Dahlan, Mojokerto beberapa waktu lalu ternyata sengaja direkayasa oleh pemiliknya sendiri demi mendapat klaim asuransi senilai Rp 20 miliar.

Dalam sandiwara tersebut, pelakunya memakai obat nyamuk yang dipadukan dengan sumbu petasan sebagai timer untuk memicu kebakaran. Sehingga, kebakaran itu tampak seolah-olah seperti kebakaran yang tak disengaja.

Baca: Keluarga Menolak Menerima Jenazah Pembunuh Sopir Taksi Daring

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono menjelaskan, dua pelaku eksekutor yang sudah jadi tersangka, mendapat uang Rp 12 juta sebagai upah sekaligus digunakan membeli peralatan untuk melakukan pembakaran toko.

Uang itu diperoleh dari tersangka Santoso (39) warga Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang diberi oleh tersangka David Gunawan (49) pemilik Toko Warna-warni senilai Rp 75 juta.

“Uang itu dipakai untuk membeli peralatan pembakaran yaitu obat nyamuk, sumbu petasan dan bensin,” ungkapnya, Rabu (20/6/2018).

Adapun kronologi pembakaran ini, Minggu (3/6/2018), David Gunawan (49), pemilik toko menghubungi tersangka Santoso meminta agar membakar toko miliknya, demi klaim asuransi kebakaran senilai Rp 20 miliar.

Baca: Terduga Teroris Ditangkap Saat Sedang Berada di Warung Makan

Tersangka Santoso kemudian menghubungi Wardono (DPO) agar mencari orang untuk membantunya. Wardono merekomendasikan Djupri dan Eko Purnomo. Mereka merencanakan sabotase pembakaran memakai cara korsleting listrik.

Mereka berangkat via jalur udara tiba di Bandara Juanda, pada Rabu (13/6/2018). Ketiga tersangka dijemput oleh Supiardi (Sopir David Gunawan) untuk survei lokasi menuju ke toko Warna-warni.

Eksekusi dilakukan saat bertepatan karyawan toko libur lebaran Kamis (14/6/2018).

Karena tidak sesuai rencana, pelaku memakai menyiramkan galon bensin di ruangan lantai 1 dan 3. Mereka merangkai obat nyamuk sebagai pematik api.

Via


Show More

Related Articles

Close