Dunia

Misi Bantuan Ghouta Timur Mundur Akibat Serangan Udara

Sebuah konvoi truk bantuan kemanusiaan internasional yang tiba di wilayah Ghouta timur yang terkepung di Suriah, harus mengakhiri misinya lebih cepat setelah pasukan pemerintah melanjutkan serangan udara dan darat di daerah kantong pemberontak itu.

Konvoi yang terdiri lebih dari 46 truk itu meninggalkan kota utama Douma, Senin (6/3) malam, untuk kembali ke Damaskus tanpa menurunkan semua bantuan yang dibawanya karena serangan tersebut.

“Kami menyalurkan bantuan sebanyak yang bisa diserahkan di tengah serangan udara,” kata perwakilan UNHCR di Suriah, Sajjad Malik dalam pesan Twitter. “Warga sipil terjebak dalam situasi tragis.”

Baca: Konvoi Bantuan Kemanusiaan Mulai Bergerak ke Menuju Ghouta Timur, Suriah

Pejabat PBB mengatakan semua petugas bantuan selamat.

Selain misi tidak selesai dengan baik, PBB dan Palang Merah Internasional mengatakan pemerintah Rusia juga menghalangi para pekerja penyelamat untuk memuat sebagian besar suplai medis yang direncanakan untuk dibawa ke wilayah perang dan tidak mengizinkan untuk menggantinya dengan barang-barang lainnya. Mereka mengatakan barang-barang itu mencakup perlengkapan trauma, bedah dan dialisis, insulin dan barang-barang lainnya.

Ini adalah pengiriman bantuan pertama yang mencapai daerah di luar Damaskus sejak pertengahan Februari, ketika sebuah serangan mematikan yang didukung Rusia dimulai terhadap pemberontak yang dicap sebagai “teroris” oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad. Permintaan Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata selama 30 hari belum terlaksana, dengan Assad dan sekutu-sekutunya mengklaim gencatan senjata itu tidak berlaku untuk serangan-serangan di Ghouta timur.

Pengamat HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan setidaknya 68 orang tewas pada Senin dalam serangan terbaru, ketika bantuan tersebut tiba, meningkatkan korban tewas menjadi 760 dalam tiga minggu terakhir. [my/ds]

Source


Show More

Related Articles

Close