Bisnis

Kemendag Ungkap Biang Kerok Harga Telur dan Daging Ayam Melambung

Liputan6.com, Jakarta – Harga daging ayam dan telur mengalami kenaikan di awal Ramadan ini. Hal tersebut disinyalir akibat kurangnya pasokan ke pasar-pasar tradisional.

‎Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahja Widayanti mengatakan, dari hasil pantauannya di 34 provinsi, harga telur dan daging ayam cenderung tinggi. Namun dia membantah jika kenaikan tersebut disebabkan oleh ulah peternak yang menahan pasokan ke pasaran.

“Ayam memang beberapa saat ini berdasarkan hasil pantauan kita di 34 provinsi, ayam memang agak spesial. Enggak (pasokan ditahan) ada isu itu,” ujar dia di Kawasan Kasablanka, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Menurut Tjahja, kenaikan harga telur ayam dan daging ayam tersebut kemungkinan disebabkan oleh produksinya yang tengah menurun. Tetapi hal ini tengah coba diselidiki Kemendag dan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Ini dari sisi produksi, mungkin bisa ditanya ke Kementan. Karena saya sendiri tidak paham kalau itu berkaitan dengan hormon, suplemen, atau pakan. Mungkin kalau terkait dengan harga DOC kita lihat komponen apa yang paling tinggi. Harus kita lihat dan sama-sama dengan Kementan. Karena misalnya kalau pakan itu tidak memenuhi kebutuhan dari ayam, nanti produksinya juga kurang baik,” jelas dia.

Selain itu lanjut Tjahja, kenaikan harga ini juga diperparah dengan permintaan yang semakin meningkat, terutama saat memasuki Ramadan.

“Ini kan harga karena mau puasa, permintaan tinggi. Terus bagi pedagang pasar, ini momen yang tepat untuk mereka menaikkan. Mereka jangan main-main dengan itu. Seperti kata Satgas Pangan, jangan main-main dengan harga pangan,” kata dia.

Source


Show More

Related Articles

Close